Kamis, 28 Mei 2009

JELAJAH KOTA TOEA : Passer Baroe 1821

Hey kawan (cielah bahasanya,hoho)..ada acara menarik lagi neh buat diikutin, namanya :



JELAJAH KOTA TOEA : Passer Baroe 1821
Minggu,7 Juni 2009
Pukul : 07.30 Wib - Selesai
Starting point : Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Kota
Route:
Stasiun Beos ( Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschappij)

Stasiun Joeanda (Noordwijk/Rijswijk)


Jalan Pintu Air (Sluisbrugstraat)
Kantor Pos Filateli (De Groote Postweg)
Gedung Kesenian Jakarta (Stadsschouwburg)
Gedung Antara(Algemeen Niews en Telegraaf Agentschap)
Kimia Farma (Apotheek)
Toko Kompak ( Ex: kediaman Majoor Tio Tek Ho)
Toko Djamu Nyonya Meneer
Gereja Ayam dan situs-situs sekitar Pasar Baru

Biaya Partisipasi : Rp. 35.000,- (Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah)
Sudah termasuk : Snack, Air Mineral, Id Card, Sinopsis, Tour Guide, kunjungan situs-situs bersejarah, dan akomodasi kereta api dari Stasiun Beos ke Joeanda.
Pendaftaran & Registrasi
KOMUNITAS JELAJAH BUDAYA
0817 9940 173 / 021 99700131
Email : kartum_boy@yahoo. com
www.jelajahbudaya. blogspot. com
jelajahkotatua@ yahoogroups. com

en berikut neh sejarah Sedikit sejarah tentang Passer Baroe ;

Pasar yang sekarang dinamakan sebagai Pasar Baru, bukanlah pasar baru lagi! Dialah Passer Baroe yang didirikan oleh Daendels tahun 1821 untuk membedakan dengan Pasar Senen dan Pasar Tanah Abang yang lebih dulu didirikan. Maka pasar yang terletak di kawasan Weltevreden itu sebagai Passer Baroe artinya pasar yang baru dibangun dengan sistem Los (pasar yang disewakan per ruang). Pusat perniagaan ini sudah memiliki keunikan tersendiri. Sebagai tempat berbelanja kaum terpandang, fasilitas yang ada di sana tergolong lengkap. Bahkan seorang Opsir Belanda harus bersusah payah untuk memesan sepatu khusus yang akan digunakan untuk pesta dansa di gedung Harmonie. Beruntung si Opsir bertemu dengan Sapie Ie pembuat sepatu yang dapat diandalkan dan dipercaya, beliau segera menuju Pasar Baru dan memesan sepatu. Selain itu untuk pertama kalinya sebuah toko milik Tio Tek Hong seorang Tionghoa menjual berbagai macam barang dengan harga pas yang dicantumkan. Tio pula yang merintis kebiasaan menutup toko setiap hari Minggu dan Hari Raya. Selain sebagai pusat pemerintahan, sekitar Passer Baroe juga dibangun gedung kesenian, kantor pos, serta tempat ibadah (gereja dan kelenteng). Dimana pembaharuan antara pedagang India, Tionghoa, Arab dan Betawi terjadi di tempat ini.

Komunitas Jelajah budaya sendiri itu adalah sebuah komunitas independen yang peduli pada seni, budaya, bangunan tua serta peninggalan sejarah bangsa. KJB didirikan pada 17 Agustus 2003 oleh beberapa mahasiswa dan alumni perguruan tinggi di Jakarta sebagai bentuk keprihatinan terhadap kurangnya perhatian dan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya bangsanya, baik berupa bangunan bersejarah yang telah menjadi Bangunan Cagar Budaya (BCB) maupun kesenian tradisional.

KJB temennya blog Aku dan Indonesia neh,hehehhehe....info lebih lanjut KJB, bisa dilihat di :
http://jelajahbudaya.blogspot.com/

en cerita tentang
Passer Baroe lengkap bisa dilihat di :
http://iwanabdurr.wordpress.com/2007/10/29/pasar-baru-dulu-kini/

makin cinta Indonesia..:D

2 komentar:

Andritea idaman mengatakan...

thanks buat informasinya,,sangat mambantu saya sekali...

ferry lazzuardo mengatakan...

terima kasih atas informasinya..
semoga bermanfaat bagi kita semua mobil cepat

sukses selalu