Kamis, 07 Mei 2009

World Ocean Conference & Coral Triangle Summit 2009



Indonesia is proudly hosting the
World Ocean Conference 2009 to build commitment
for sustainable management of marine resources


Satu lagi event keren yang akan diadakan di Indonesia. 11-15 May 2009 @ Manado.
Setelah review2 keren kita tentang laut2 mantap di Indonesia (bisa dilihat disini Wakatobi and disini Laut Indonesia) Akhirnya event ini pun diselenggrakan!

Semoga event ini menjadi pembuktian bagi kita semua bahwa di Indonesia, separah apapun org lain menilai negara kita, bahwa masih banyak hal yang bisa dibanggakan dari negeri kita INDONESIA! Aku dan Indonesia mau ah jadi blog resmi WOC!

Yuk makin cinta Indonesia,hheheh..:D

Info lengkap ttg WOC and CTI bisa dibaca disini http://www.woc2009.org/

Sabtu, 02 Mei 2009

100 Most Influental People : Susilo Bambang Yudhoyono

Satu lagi tokoh Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Negara kita sekarang ini baru saja terpilih sebagai salah satu dari "World's 100 Most Influential People 2009" versi Majalah TIME. Hal ini bisa anda lihat di sini.

SBY meraih penghargaan ini dalam bidang "Leaders & Revolutionaries". Selamat untuk Bapak SBY. Terima kasih karena tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi juga menunjukkan kepada kita semua generasi penerus bangsa, bahwa Indonesia dapat berbicara banyak di dunia. Kita memiliki harapan besar untuk memperkuat dan mengembangkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berpengaruh besar terhadap dunia.

Maju Terus Indonesia!!

Untuk Artikel Lebih Lengkapnya bisa dilihat disini :
http://www.time.com/time/specials/packages/article/0,28804,1894410_1893847_1893840,00.html

Kamis, 30 April 2009

Bali : Pulau Wisata Terbaik 2009 Se-Asia

Semua pasti tahu keindahan pulau Bali. Salah satu pulau di Indonesia yang sudah tersohor ini baru-baru saja memenangkan penghargaan sebagai pemenang pertama penghargaan pulau wisata Asia terbaik oleh CEI Asia 2009 Industry Award for Asia`s Best Resort Destination. Pada penghargaan ini, Bali mengalahkan Phuket, Thailand dan Gold Coast, Australia. (Sumber : Antara)

Hm.. Saya jadi ingat pertanyaan menggelitik dari salah satu kerabat kepada teman Saya.
"Kamu sering ke Singapura dan Malaysia, pernah ke Borobudur gak?"
Well, kita punya banyak tempat wisata terbaik di dunia. Kenapa harus memprioritaskan ke luar negeri kalau yang dekat saja kita belum pernah kunjungi?


Bagi yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai Bali, salah satu pengikut blog Aku dan Indonesia (AI) dapat menjelaskan secara lebih jauh pada blog miliknya di sini.

Jumat, 24 April 2009

Singapura Tanpa Indonesia

Saya coba mengambil cerita yang telah lama disebarkan melalui e-mail, mungkin Anda pernah membaca ini. Tapi tidak ada salahnya bila kita ingat dan pikirkan kembali.

--CERITA MULAI--
Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia "
"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan , dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia .

500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. Sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI,
Indonesia will rules the world.."

--SELESAI--

Yah sekilas memang terlihat cerita ini sangat berlebihan, bahkan mungkin beberapa dari kita berpikir "Tidak mungkin lah... cerita apaan ini. Spam. Junk Mail." dkk.

Tapi, bagaimana jika kita berpikir kembali?
Temukan fakta-fakta untuk mendukung opini kita?
Dan apakah Indonesia memang memiliki potensi untuk menjadi negara kuat di dunia?
Secara pribadi, Saya bilang "BISA".
Bagaimana dengan Anda?
:)

Selasa, 21 April 2009

Selamat Hari Raya KARTINI!!

Untuk semua wanita Indonesia di luar sana, jangan pernah lupa perjuangan Ibu kita yg satu ini nih...jadi bisa sekolah deh en jadi bos2 di kantor-kantor :P ...




Kepada..IBU KARTINI, HORMAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTTTTT GRAKKKKKKKKKKKKK!!!!...:D

Sabtu, 21 Maret 2009

WakaTobi..another Indonesian Beauty..

Referensi nih, bagi yang hobi diving..WAKATOBI, Tukang Besi Island, Sulawesi Tenggara, Indonesia..

Mantap kawan pemandangannya, coba coba dicek nih gambar yg diambil dari Explore-Indonesia.com







Harus pergi neh, rekomendasi baik untuk menyegarkan pikiran anda..:D

Happy DIVING! :D

Jumat, 13 Maret 2009

Tan Joe Hok, Mengembalikan uang ke Presiden Soekarno


Semua pasti sudah tahu kehebatan Tan Joe Hok, orang Indonesia pertama yang meraih gelar juara All England pada tahun 1959. Tapi kita gak akan ngomongin hal itu sekarang.

Saya coba angkat kisah hidup dia di masanya dulu.
Setelah menjuarai All England, Tan Joe Hok pun menjadi terkenal. Bahkan setelah menjuarai AS Terbuka, Beliau menghiasi 2 halaman artikel pada majalah Sports Illustrated. Begitu banyak sumbangsihnya bagi negara, tentu penghargaan layak diberikan kepadanya.

Mengembalikan uang hadiah.
Kisah hadiah uang bermula dari keberhasilan Tan Joe Hok, yang bersama Ferry Sonneville, pulang kembali dari negeri seberang guna mempertahankan Piala Thomas di Jakarta (1961), setelah untuk pertama kalinya mereka dan timnya merebut lambang supremasi beregu bulu tangkis itu pada tahun 1958.

"Saya cari-cari nomor telepon Ferry di Amsterdam (Belanda), dan berhasil saya hubungi pagi-pagi pukul 01.30. Saya bilang kepada Ferry, ayo Fer kita pulang untuk mempertahankan Piala Thomas", tutur Tan Joe Hok. Ferry yang tengah studi ekonomi di Amsterdam setuju pulang. Dan dengan biaya serta kesadaran sendiri, Tan Joe Hok pun kembali ke Jakarta. Sementara Ferry berhasil "didatangkan" dari Belanda dengan dana yang digalang oleh pembaca-pembaca koran Star Weekly.

Begitu pertandingan usai dan Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas, Tan Joe Hok segera kembali ke AS untuk menyelesaikan studinya.

"Yang saya hargai bukan pemberian uangnya, akan tetapi falsafah dibaliknya. Sebagai pemimpin tertinggi, Bung Karno sangat menghargai rakyatnya" tutur tan Joe Hok. Ia bahkan ingat benar kata-kata Bung Karno ketika Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas.

"Kamu mewakili bangsa dan negaramu. Banyak doktor, insinyur,... , tetapi orang seperti kamu itu hanya bisa dihitung dengan jari. Saya bangga." kata Tan, meniru sang pemimpin revolusi itu. Bung Karno berkata "I'll give you scholarship."

Dan ternyata, begitu tiba di kampus Texas, sudah ada sepucuk amplop yang menerangkan bahwa Tan Joe Hok mendapat kiriman 1000 dollar AS dari seseorang di Indonesia. Sepertinya sudah menjadi kelaziman saat ini, jika atlet berpestasi, hadiah uang pun mengalir. Tetapi pernahkah atlet menolak pemberian uang? Tan Joe Hok rupanya mengembalikan uang pemberian Bung Karno tersebut.

"Saya kan sudah mendapat beasiswa dari Baylor University (Texas). Kenapa saya mesti menerima uang lagi? Kasihan, masih banyak mereka yang membutuhkannya. Uang saku, saya pun sudah bisa mendapatkannya sendiri dengan bekerja di kampus." tuturnya.
(Kompas, 7 Desember 2008)


Saya yakin kita bisa memetik banyak pelajaran berharga dari cerita ini. Tidak hanya memberikan kebanggaan baru bagi saya memiliki pahlawan seperti Tan Joe Hok, lebih dari itu kita dapat introspeksi diri kita lebih jauh untuk kembali mengingat perkataan JFK yang terkenal.
"Jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan kepadamu, Tapi tanyakan lah apa yang sudah kamu berikan untuk negaramu"