Tampilkan postingan dengan label Produk Dalam Negeri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Produk Dalam Negeri. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2009

PAKAI BATIK YUK! 2 Oktober 2009!

Teman, UNESCO sudah akan menetapkan batik sebagai salah satu salah satu warisan budaya tak benda (intangible heritage) loh!!!.

Berdasarkan pernyataan resmi dari Sekretarat Warisan Budaya Takbenda UNESCO, berkas nominasi batik Indonesia telah lengkap dan selanjutnya menunggu hasil evaluasi subsidiary body yang bertemu dalam sidang tertutup di Paris tanggal 11-15 Mei 2009.

Dan telah ditetapkan pada tanggal 2 Oktober nanti, UNESCO akan mengukuhkan BATIK sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) di Perancis!
Jadi...ayo kita pakai batik pada tanggal 2 Oktober nanti, untuk menunjukkan rasa bangga kita pada dunia!

Aman deh warisan batik kita sebagai budaya bangsa INDONESIA..yg lain menyusul..XP


Q

Rabu, 02 September 2009

MELON KOTAK - Kreativitas Taman Buah Mekarsari, INDONESIA

Ada yang hebat neh dari hasil riset tim Pemuliaan Taman Wisata Mekarsari yang dipimpin oleh Ir. AF. Margianasari.
Melon yang berbentuk KOTAK!

Melon Kotak ini sebenarnya adalah jenis Melon hybrid (Cucumis melo) dari jenis Lightgreen Mekarsari yang merupakan hasil persilangan dan pemuliaan oleh tim peneliti Mekarsari. Daging buahnya berwarna kuning oranye dengan aroma manis yang khas. Penampilan fisiknya berbentuk kubus dengan tinggi buahnyasaat ini kurang lebih 12 centimeter, lebar 9 centimeter dan panjang 10 sentimeter dan diperkirakan akan terus membesar mengikuti pertambahan usianya. Saat ini Melon Kotak telah berusia 65 hari dari usia panen sekitar 75 hingga 80 hari. Melon Kotak diperkirakan memiliki tingkat kemanisan mencapai 12,5° brix dan perkiraan berat 1.200 gram.

Ide seperti ini sebelumnya telah dikembangkan oleh Jepang berupa semangka berbentuk kotak...tapiii..hebatnya INDONESIA adalah, walaupun melon ini berbentuk kotak, namu tetap enak dikonsumsi! ASIK! Daging buahnya berrwarna kuning, ranum dan harum....hemm...dan rencananya akan diproduksi dalam jumlah yg banyak pada bulan Juli 2009!



Mari beramai ramai ke taman buah Mekarsari, biar bisa lihat inovasi canggih asli INDONESIA ini!

:)

Jumat, 24 Juli 2009

Kamus Dialek Jakarta


Hei teman, ada yang baru neh di dunia perbukuan Indonesia! Namanya KAMUS DIALEK JAKARTA!

Kamus ini bakal lengkap usut tuntas semua kosakata dan dialek dialek warga Betawi yg notabene penduduk asli kota Jakarta ini. Tapi selain bahasa Betawi asli, kata-kata yang berasal dari bahasa Indonesia ataupun bahasa Melayu yg sering digunakan oleh warga Betawi juga akan dikupas tuntas disini.

Kamus ini yg ditulis oleh pengarang Abdul Chaer ini, merupakan hasil revisi dari karyanya sebelumnya yg diterbitkan pada tahun 1976. Tujuan direvisi nya kamus ini agar memberi petunjuk bagi warga Betawi atau pengguna bahasa Betawi mengenai kaidah verbal yang baik dan benar.

Duilah, ga sabar neh aye bace kamusnye bang..hehehe..:P
(benar ga ya penulisa bahasa betawinya, haha..)

:)

Rabu, 22 Juli 2009

Roket RX-420 & CN-235 Militer Indonesia!


Roket RX-420 & CN-235 Militer:
Getarkan Australia, Singapura, Malaysia





Momentum ini harus dijaga terus dan ditingkatkan sebagai kebanggaan atas kemampuan teknologi sendiri. Jangan sampai karya insinyur Indonesia ini dijegal justru oleh orang Indonesia sendiri (biasa) para ekonom-ekonom Pemerintah yang sering menganggap karya bangsa sendiri sebagai terlalu mahal dan hanya buang-buang uang saja untuk riset ....! Inilah musuh yang sebenarnya. Waspadailah kawan-kawan insinyur Indonesia...





Meski sudah berlangsung 2 pekan yang lalu, peluncuran roket RX-420 Lapan ternyata masih jadi buah bibir. Anehnya bukan jadi buah bibir di Indonesia yang lebih senang ceritera Pilpres, tetapi di Australia, Singapura dan tentu saja di negara tetangga yang suka siksa TKI dan muter-muterin Ambalat yakni Malaysia.

Seperti diketahui roket RX-420 ini menggunakan propelan yang dapat memberikan daya dorong lebih besar sehingga mencapai 4 kali kecepatan suara. Hal itu membuat daya jelajahnya mencapai 100 km. Bahkan bisa mencapai 190 km bila struktur roket bisa dibuat lebih ringan. Yang punya nilai tambah tinggi ini adalah 100% hasil karya anak bangsa, para insinyur Indonesia. Begitu pula semua komponen roket-roket balistik dan kendali dikembangkan sendiri di dalam negeri, termasuk software. Hanya komponen subsistem mikroprosesor yang masih diimpor. Anggaran yang dikeluarkan untuk peluncurannya pun “cuma” Rp 1 milyar. Kalah jauh dengan yang dikorupsi para anggota DPR untuk traveller checks pemenangan Miranda Gultom sebagai Deputi Senior Gubernur BI yang lebih dari Rp. 50 milyar. Apalagi kalau dibandingkan dengan korupsi BLBI yang lebih dari Rp. 700 trilyun.

Mengapa malah menjadi buah bibir di Australia, Singapura dan Malaysia? Karena keberhasilan peluncuran roket Indonesia ini ke depan akan membawa Indonesia mampu mendorong dan mengantarkan satelit Indonesia bernama Nano Satellite sejauh 3.600 km ke angkasa. Satelit Indonesia ini nanti akan berada pada ketinggian 300 km dan kecepatan 7,8 km per detik. Bila ini terlaksana Indonesia akan menjadi negara yang bisa menerbangkan satelit sendiri dengan produk buatan sendiri. Indonesia dengan demikian akan masuk member "Asian Satellite Club" bersama Cina, Korea Utara, India dan Iran.

Nah kekhawatiran Australia, Singapura dan Malaysia ini masuk akal, bukan? Kalau saja Indonesia mampu mendorong satelit sampai 3.600 km untuk keperluan damai atau keperluan macam-macam tergantung kesepakatan rakyat Indonesia. Maka otomatis pekerjaan ecek-ecek bagi Indonesia untuk mampu meluncurkan roket sejauh 190 km untuk keperluan militer bakal sangat mengancam mereka sekarang ini pun juga!!! Kalau tempat peluncurannya ditempatkan di Batam atau Bintan, maka Singapura dan Malaysia Barat sudah gemetaran bakal kena roket Indonesia. Dan kalau ditempatkan di sepanjang perbatasan Kalimantan Indonesia dengan Malaysia Timur, maka si OKB Malaysia tak akan pernah berpikir ngerampok Ambalat. Akan hal Australia, mereka ada rasa takutnya juga. Bahwa mitos ada musuh dari utara yakni Indonesia itu memang bukan sekedar mitos tetapi sungguh ancaman nyata di masa depan dekat.



CN 235 Versi Militer

Rupanya Australia, Singapura dan Malaysia sudah lama “nyaho” kehebatan insinyur-insinyur Indonesia. Buktinya? Tidak hanya gentar dengan roket RX-420 Lapan tetapi mereka sekarang sedang mencermati pengembangan lebih jauh dari CN235 versi Militer buatan PT. DI. Juga mencermati perkembangan PT. PAL yang sudah siap dan mampu membuat kapal selam asal dapat kepercayaan penuh dan dukungan dana dari pemerintah.

Kalau para ekonom Indonesia antek-antek World Bank dan IMF menyebut pesawat-pesawat buatan PT. DI ini terlalu mahal dan menyedot investasi terlalu banyak (“cuma” Rp. 30 trilun untuk infrastruktur total, SDM dan lain-lain) dan hanya jadi mainannya BJ Habibie. Tetapi mengapa Korea Selatan dan Turki mengaguminya setengah mati? Turki dan Korsel adalah pemakai setia CN 235 terutama versi militer sebagai yang terbaik di kelasnya. Inovasi 40 insinyur-insinyur Indonesia pada CN 235 versi militer ini adalah penambahan persenjataan lengkap seperti rudal dan teknologi radar yang dapat mendeteksi dan melumpuhkan kapal selam. Jadi kalau mengawal Ambalat cukup ditambah satu saja CN235 versi militer (disamping armada TNI AL dan pasukan Marinir yang ada) untuk mengusir kapal selam dan kapal perang Malaysia lainnya.

Nah, jadi musuh yang sebenarnya ada di Indonesia sendiri. Yakni watak orang Indonesia yang tidak mau melihat orang Indonesia sendiri berhasil. Karya insinyur-insinyur Indonesia yang hebat dalam membuat alutsista dibilangin orang Indonesia sendiri terutama para ekonom pro Amerika Serikat dan Eropa: “Mending beli langsung dari Amerika Serikat dan Eropa karena harganya lebih murah”. Mereka tidak berpikir jauh ke depan bagaimana Indonesia akan terus tergantung di bidang teknologi, Indonesia hanya akan menjadi konsumen teknologi dengan membayarnya sangat mahal terus menerus sampai kiamat tiba.
Kalau ada kekurangan yang terjadi dengan industri karya bangsa sendiri, harus dinilai lebih fair dan segera diperbaiki bersama-sama. Misalnya para ahli pemasaran atau sarjana-sarjana ekonomi harus diikutsertakan dalam team work. Sehingga insinyur-insinyur itu tidak hanya pinter produksi sebuah pesawat tetapi setidaknya tahu bagaimana menjual sebuah pesawat itu berbeda dengan menjual sebuah Honda Jazz. Kalau ada kendala dalam pengadaan Kredit Ekspor sebagai salah satu bentuk pembayaran, tolong dipecahkan dan didukung oleh dunia perbankan, agar jualan produk sendiri bisa optimal karena akan menarik bagi calon pembeli asing yang tak bisa bayar cash.

Senin, 11 Mei 2009

Tabela Baytani

Sekali lagi, inilah beberapa bukti bahwa Indonesia tidak pernah kekurangan warga pintar, kreatif dan inovatif. Alat-alat aplikatif dan benda-benda fungsional yang tercipta dari ide-ide segar dan bernas dari pemikiran sejumlah anak bangsa tak selalu kalah dengan produk luar negeri.

Harmani Djiwowinoto contohnya. Sebagai seorang Manajer Pengembangan Produk PT Bayer, ia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap rendahnya produksi pertanian lokal. Rendahnya produksi pertanian padi di beberapa daerah sentra beras Indonesia, mendorongnya untuk berpikir keras mencari solusi. Akhirnya ditemukannya jawaban. Kelemahan sistem tanam padi tradisional yang bersistem tebar benih dan pindah tanam, diatasinya lewat penciptaan alat yang dinamainya Tabela Baytani atau alat Tanam Benih Langsung Bayer dan Petani. Alat ini telah diakui secara internasional di Jerman dan memperoleh penghargaan tertinggi mengalahkan sekitar 2400 karya cipta ilmuwan luar negeri.

Lewat serangkaian uji coba di beberapa areal pertanian yang berbeda-beda karakter di Nusantara, Tabela Baytani menunjukkan kinerja yang mengagumkan. Tabela Baytani mampu menghemat bibit padi dari 60-100 kg per hektar menjadi cukup 25 kg per hektar. Begitu pula dengan potensi kehilangan benih akibat hujan dan termakan burung, serta manajemen air. Semuanya selain mampu menghemat tenaga dan waktu, juga biaya dari 500-700 ribu rupiah hingga hanya menjadi 20 ribu rupiah per hektar. Yang patut diacungi jempol, saat telah mampu memproduksi sekitar 400 unit Tabela Baytani, seluruhnya didistribusikan pada kelompok-kelompok tani di berbagai daerah secara gratis!

Selain Harmani Djiwowinoto, masih banyak lagi sebenarnya penemu atau pencipta Indonesia yang karyanya mampu “bersuara” di dunia internasional dan beberapa di antaranya tampil di Kick Andy. Baik di bidang rekayasa, seni, robotik, hingga desain.
Mau tahu siapa saja dan seperti apa hasil karya mereka? Simak di Kick Andy pada minggu ini.

Berita ini diambil dari : KICK ANDY

Jumat, 08 Mei 2009

GEA..Mobil Irit Indonesia

Perkenalkan GEA, mobil asli buatan Indonesia loh! GEA yang merupakan singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif ini diproduksi oleh PT Inka (Industri Kereta Api) yg bekerja sama dengan BPPT.

Mobil ini berkapasitas 850 cc (sekelas lah ma mobil kecil CERIA itu,hoho) en bisa dipake ngebut sampai kecepatan 85 km/jam! Kapasitasnya itu sekitar 5 orang en ditargetin buat keluarga. Rencananya sih bakal dirilis tahun 2009 ini en nilai jualna sekitar 45 -50 juta. Menurut hasil uji coba neh, ni mobil termasuk mobil irit loh,Penting banget kan itu?? :D

Nama GEA sendiri dipilih karena berkaitan dengan krisis energi yg sdang melanda bumi saat ini, oleh karena itu buat GEA bakal ada opsi untuk menggunakan gas sebagai bahan bakarnya,hohoho...

Semoga GEA ini bisa lebih sukses neh dari pendahulunya, KANCIL (pada inget ga?), yg dulu sempat booming karena katanya mau dipakai buat gantiin bajaj di Jakarta..

Satu lagi Produk Dalam Negeri yg kita kudu banggain neh..en semoga performana bagus en bisa dipakai sama kita2 sendiri..hohoho..:D

nb: ternyata MOBNAS kita ada banyak lohh..liat nih ada pamernnya loh..
MOBNAS MEJENG DI KEMAYORAN..thx to MAliki...:D