Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 08 Mei 2010

Sri Mulyani Indrawati


Terlepas dari segala kontroversi yang terjadi belakangan ini, kita semua harus mengangkat topi untuk Ibu Sri Mulyani Indrawati. Wanita hebat yang satu ini kini menduduki posisi penting di dunia. Sebagai Managing Director World Bank, Sri Mulyani bertanggungjawab terhadap 3 wilayah yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur dan Pasifik. Selain itu, Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.

Mendapat pengakuan dari dunia internasional akan kemampuan ekonomi dan good governancenya, maka sudah selayaknya kita bangga dan menghargai beliau. Perjuangannya dalam tetap melaksanakan tanggungjawab sebagai menteri keuangan di tengah segala kritik yang terjadi menjadi salah satu hal yang patut kita contoh sebagai generasi muda.

Pesannya jelas! Kita harus mampu melihat segala sesuatu dari berbagai sisi. Berfokus pada tujuan dan tanggungjawab kita, serta berjuang sekuat tenaga demi negara dan bangsa kita.

I respect you ma'am!! The whole Indonesia respect you!!
SEMANGAT!!!!!

Rabu, 21 April 2010

Selamat Hari Kartini











Untuk semua wanita Indonesia disana
SELAMAT HARI KARTINI! :)

Fakta-fakta menarik seputar Hari Kartini :

-Dulu Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

-Raden Mas Panji Sosrokartono atau Kartono , yang merupakan saudara laki laki Ibu Kartini, adalah wartawan pertama dari Indonesia untuk koran Amerika The New York Herald Tribune.

Sabtu, 02 Mei 2009

100 Most Influental People : Susilo Bambang Yudhoyono

Satu lagi tokoh Indonesia yang telah diakui oleh dunia. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden Negara kita sekarang ini baru saja terpilih sebagai salah satu dari "World's 100 Most Influential People 2009" versi Majalah TIME. Hal ini bisa anda lihat di sini.

SBY meraih penghargaan ini dalam bidang "Leaders & Revolutionaries". Selamat untuk Bapak SBY. Terima kasih karena tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di mata dunia, tetapi juga menunjukkan kepada kita semua generasi penerus bangsa, bahwa Indonesia dapat berbicara banyak di dunia. Kita memiliki harapan besar untuk memperkuat dan mengembangkan bangsa ini menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berpengaruh besar terhadap dunia.

Maju Terus Indonesia!!

Untuk Artikel Lebih Lengkapnya bisa dilihat disini :
http://www.time.com/time/specials/packages/article/0,28804,1894410_1893847_1893840,00.html

Selasa, 21 April 2009

Selamat Hari Raya KARTINI!!

Untuk semua wanita Indonesia di luar sana, jangan pernah lupa perjuangan Ibu kita yg satu ini nih...jadi bisa sekolah deh en jadi bos2 di kantor-kantor :P ...




Kepada..IBU KARTINI, HORMAAAAAAAAAAATTTTTTTTTTTTTTTTTTT GRAKKKKKKKKKKKKK!!!!...:D

Jumat, 13 Maret 2009

Tan Joe Hok, Mengembalikan uang ke Presiden Soekarno


Semua pasti sudah tahu kehebatan Tan Joe Hok, orang Indonesia pertama yang meraih gelar juara All England pada tahun 1959. Tapi kita gak akan ngomongin hal itu sekarang.

Saya coba angkat kisah hidup dia di masanya dulu.
Setelah menjuarai All England, Tan Joe Hok pun menjadi terkenal. Bahkan setelah menjuarai AS Terbuka, Beliau menghiasi 2 halaman artikel pada majalah Sports Illustrated. Begitu banyak sumbangsihnya bagi negara, tentu penghargaan layak diberikan kepadanya.

Mengembalikan uang hadiah.
Kisah hadiah uang bermula dari keberhasilan Tan Joe Hok, yang bersama Ferry Sonneville, pulang kembali dari negeri seberang guna mempertahankan Piala Thomas di Jakarta (1961), setelah untuk pertama kalinya mereka dan timnya merebut lambang supremasi beregu bulu tangkis itu pada tahun 1958.

"Saya cari-cari nomor telepon Ferry di Amsterdam (Belanda), dan berhasil saya hubungi pagi-pagi pukul 01.30. Saya bilang kepada Ferry, ayo Fer kita pulang untuk mempertahankan Piala Thomas", tutur Tan Joe Hok. Ferry yang tengah studi ekonomi di Amsterdam setuju pulang. Dan dengan biaya serta kesadaran sendiri, Tan Joe Hok pun kembali ke Jakarta. Sementara Ferry berhasil "didatangkan" dari Belanda dengan dana yang digalang oleh pembaca-pembaca koran Star Weekly.

Begitu pertandingan usai dan Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas, Tan Joe Hok segera kembali ke AS untuk menyelesaikan studinya.

"Yang saya hargai bukan pemberian uangnya, akan tetapi falsafah dibaliknya. Sebagai pemimpin tertinggi, Bung Karno sangat menghargai rakyatnya" tutur tan Joe Hok. Ia bahkan ingat benar kata-kata Bung Karno ketika Indonesia berhasil mempertahankan Piala Thomas.

"Kamu mewakili bangsa dan negaramu. Banyak doktor, insinyur,... , tetapi orang seperti kamu itu hanya bisa dihitung dengan jari. Saya bangga." kata Tan, meniru sang pemimpin revolusi itu. Bung Karno berkata "I'll give you scholarship."

Dan ternyata, begitu tiba di kampus Texas, sudah ada sepucuk amplop yang menerangkan bahwa Tan Joe Hok mendapat kiriman 1000 dollar AS dari seseorang di Indonesia. Sepertinya sudah menjadi kelaziman saat ini, jika atlet berpestasi, hadiah uang pun mengalir. Tetapi pernahkah atlet menolak pemberian uang? Tan Joe Hok rupanya mengembalikan uang pemberian Bung Karno tersebut.

"Saya kan sudah mendapat beasiswa dari Baylor University (Texas). Kenapa saya mesti menerima uang lagi? Kasihan, masih banyak mereka yang membutuhkannya. Uang saku, saya pun sudah bisa mendapatkannya sendiri dengan bekerja di kampus." tuturnya.
(Kompas, 7 Desember 2008)


Saya yakin kita bisa memetik banyak pelajaran berharga dari cerita ini. Tidak hanya memberikan kebanggaan baru bagi saya memiliki pahlawan seperti Tan Joe Hok, lebih dari itu kita dapat introspeksi diri kita lebih jauh untuk kembali mengingat perkataan JFK yang terkenal.
"Jangan tanyakan apa yang sudah negara berikan kepadamu, Tapi tanyakan lah apa yang sudah kamu berikan untuk negaramu"

Rabu, 24 Desember 2008

Garin Nugroho...sang sutradara..

Siapa yang tidak tahu Garin Nugroho? Sang sutradara ini sudah berkali-kali menggarap suatu film yang menuai banyka penghargaan. Kali ini,kita akan membahas bagaimana citarasa Garin Nugroho ketika menggarap suatu film yang unik, tastefull, berkualitas dan out of the box :D

Mari kita telaah beberapa filmnya, yang seringkali mendapat penghargaan di berbagai kancah film internasional :


-DAUN DI ATAS BANTAL
(1998)

Daun di Atas Bantal adalah sebuah film Indonesia tahun 1998 yang menceritakan tentang seorang ibu yang bernama Asih (Christine Hakim) beserta tiga orang anaknya Heru, Sugeng, dan Kancil yang tinggal di jalanan kota Yogyakarta, Indonesia.

Film ini diproduksi oleh Christine Hakim, dan seharusnya selesai pada bulan Oktober 1997, tetapi akibat krisis ekonomi di Indonesia, maka akhirnya diselesaikan di Australia.

Dana penyelesaian datang dari beberapa sumber, seperti Hubert Bals Fund, NHK, dan RCTI. Selain itu film ini juga sudah dibuatkan untuk versi TV-nya.

PENGHARGAAN yang Diraih :

  • Asia-Pacific Film Festival - 1998 - Best Actress - Christine Hakim
  • Asia-Pacific Film Festival - 1998 - Best Film
  • Singapore International Film Festival - 1999 - Unggulan dalam kategori Silver Screen Award Best Asian Feature Film - Garin Nugroho
  • Tokyo International Film Festival - 1998 - Special Jury Prize - Garin Nugroho


-OPERA JAWA (2006)

Opera Jawa adalah film produksi gabungan Indonesia - Austria yang disutradari oleh Garin Nugroho dan diproduksi pada tahun 2006, dibintangi antara lain oleh Artika Sari Devi, Martinus Miroto dan Retno Maruti.

Kisah dalam film independen ini menggambarkan kehidupan yang penuh konflik dengan menggunakan kisah Ramayana sebagai patokan cerita. Hampir semua aspek kehidupan masuk di dalamnya: mulai dari permasalahan cinta segitiga dalam sebuah keluarga (dengan tokoh Setyo, Siti, dan Ludiro) hingga masalah sosial, politik, dan perekonomian yang mengorbankan kehidupan rakyat kecil.

Ada aspek yang unik dari film ini karena menggabungkan unsur seni drama, tari, busana tradisional Indonesia serta menampilkan juga keindahan panorama Indonesia. Para seniman Indonesia di bidang-bidang tersebut juga turut meramaikan film ini.

Salah satu yang unik dari film ini adalah, film ini terlebih dahulu diputar di luar Indonesia dan mengikuti berbagai macam kancah festival perfilman mancangera,sebelum akhirnya setahun sesudah film itu dirilis, akhirnya diputar di Indonesia pada tahun 2007 dan hanya diputar di 4 kota yaitu Yogyakarta, Jakarta, Bandung dan Semarang.

PENGHARGAAN yang Diraih :

  • Festival International Film Independent Bruxelles Ke-35 di Brussel, Belgia, 4-9 November 2008, film ini meraih penghargaan tertinggi untuk kategori Film Terbaik,
  • Nominasi untuk Festival Film Internasional London 2006
  • Nominasi untuk Festival Film Internasional Venesia 2006
  • Nominasi untuk Festival Film Internasional Toronto 2006



-DI BAWAH POHON (2008)

Film ini berkisah tentang tiga perempuan yang diperankan oleh Marcella Zalianty, Nadia Saphira, dan Ayu Laksmi . Kehidupan Bali yang magis merupakan latar belakang dari film yang diikutsertakan dalam Tokyo International Film Festival (TIFF) ke-21. Inti dari film ini antara lain merupakan kritik sosial terhadap fenomena semakin banyak kasus bunuh diri di Indonesia,dan bahkan kini ada yang dilakukan oleh satu keluarga, namun ternyata tidak ada yang peduli, termasuk pemerintahnya.

Sayang sekali bahwa film ini tidak memenangkan penghargaan dalam Tokyo Film Festival tadi.


Garin Nugroho..salah satu pemuda bangsa yang lagi - lagi membanggakan negaranya..Kita pasti menyusul..PASTI!! :D

Rabu, 17 Desember 2008

Rudi Hartono Kurniawan

"Harapan saya, penghargaan ini bisa menjadi teladan bukan saja bagi olahraga tetapi juga bagi semua bidang. Indonesia akan lebih harum namanya jika punya orang-orang yang berprestasi di tingkat dunia. Itu merupakan aset yang mengubah pandangan dunia terhadap Indonesia,"

Begitu ungkapan Rudi Hartono, maestro bulu tangkis Indonesia ketika menerima penghargaan sebagai Asian Hero dari majalah Time pada November 2006.

Predikat Pahlawan Asia (Asian Hero) dari majalah Time gak sembarangan diberikan loh.. Di level Asia, penghargaan ini diberikan kepada nama-nama besar seperti Mahatma Gandhi, Den Xioping, dan Dalai Lama. Dan dari Indonesia, baru dua orang yang pernah terpilih, yaitu Rudi Hartono dan (alm) Muhammad Hatta, Bapak Pembangunan kita. Bisa dilihat seberapa besar kaliber penghargaan ini. Salut...

Rudi Hartono terpilih untuk mendapatkan penghargaan ini karena prestasi yang konsisten selama bertahun-tahun. Jelas sekali prestasi pria kelahiran Surabaya 18 Agustus 1949 ini belum tersaingi. Guinness Book of Record (sekarang Guinness World Records) bahkan masih mencatat nama Rudi Hartono sebagai juara All England delapan kali dengan tujuh di antaranya diraih berturut-turut. Selain itu, Rudi Hartono juga menjadi anggota tim Piala Thomas terlama yakni sejak tahun 1967 sampai 1982. Bahkan hingga kini, Rudi masih menjabat sebagai Executive Board di Badminton World Federation.

Daftar prestasi pada kejuaraan All England :
1968: Menang - mengalahkan Tan Aik Huang, (Malaysia)
1969: Menang - mengalahkan Darmadi (Indonesia)
1970: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
1971: Menang - mengalahkan Muljadi (Indonesia)
1972: Menang - mengalahkan Svend Pri (Denmark)
1973: Menang - mengalahkan Christian Hadinata (Indonesia)
1974: Menang - mengalahkan Punch Gunalan (Malaysia)
1975: Kalah - dikalahkan Svend Pri (Denmark)
1976: Menang - mengalahkan Liem Swie King (Indonesia)
1977: - Tidak ikut
1978: Kalah - dikalahkan Liem Swie King (Indonesia)

Sekarang mungkin saatnya kita bertanya
"Apakah yang sudah kita berikan bagi negara kita?"