Jumat, 24 April 2009

Singapura Tanpa Indonesia

Saya coba mengambil cerita yang telah lama disebarkan melalui e-mail, mungkin Anda pernah membaca ini. Tapi tidak ada salahnya bila kita ingat dan pikirkan kembali.

--CERITA MULAI--
Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"
Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

" Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia "
"Everything can be found here in Indonesia , u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan , dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !"
" Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia .

500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. Sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia ? kalian di Indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China . Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI,
Indonesia will rules the world.."

--SELESAI--

Yah sekilas memang terlihat cerita ini sangat berlebihan, bahkan mungkin beberapa dari kita berpikir "Tidak mungkin lah... cerita apaan ini. Spam. Junk Mail." dkk.

Tapi, bagaimana jika kita berpikir kembali?
Temukan fakta-fakta untuk mendukung opini kita?
Dan apakah Indonesia memang memiliki potensi untuk menjadi negara kuat di dunia?
Secara pribadi, Saya bilang "BISA".
Bagaimana dengan Anda?
:)

5 komentar:

Q mengatakan...

Bisa dunkk!!!..:D

mintujuh mengatakan...

haloo... salam kenal... numpang komen yah
potensi jadi bangsa yang kuat ? Bisa. Tapi butuh waktu lama. Lihat saja KKN yg belum bisa hilang dari budaya Indonesia.
Tapi email diatas, walaupun terlihat berlebihan, ada benarnya juga. Indonesia kurang apa sih ? Sumber daya alam apa yang tidak dipunyai ? Pohon, hutan di kalimantan apa kurang banyak ? Mineral, minyak bumi dan tambang, banyak banget di seluruh Indonesia, sayang banyak yg dikelola perusahaan asing.
Ingat lirik lagu lawas: "Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman" Yeah, that's Indonesia

Q mengatakan...

Yap bener bgt tuwwhh..walo KKN masih banyak..tapi gapapalh kita tetap bermimpi ni bangsa akan jadi bangsa yg hebat!!..:D

mintujuh mengatakan...

jangan cuma bermimpi, ACTION donk ! hahaha, jadi inget slogan salah satu acara di televisi lokal...

manggala mengatakan...

gw juga percaya..
bener kata lo mintujuh,
tuh email memang ada benernya.
asalkan bisa dimanfaatkan, kreatif, ga cm meniru apa yg dilakukan asing. :)